Gaming Diary #23 – 2024 05 30
Genshin Impact

Baru menjelajahi daerah Bayda Harbor yang rilis bareng daerah Nostoi/Petrichor. Ternyata, orang-orang ga berlebihan pas bilang cuma ada tiga peti harta karun di sekitaran sini. Ini tempat kosong banget. Bukannya matre, tapi keberadaan peti harta karun, potongan lore, quest, atau hal-hal unik lain akan mendorong pemain untuk menjelajahi setiap sudut daerah yang sudah susah-susah dibangun. Dari sisi developer, ini seperti hal yang mubazir. Sedangkan jika dibuat cuma untuk mengisi peta pun, yang ini rasanya tidak dilakukan dengan baik dan merusak imersifitas.
Saat membuat peta terbuka atau open world seperti dalam game ini, ada dua hal yang dipertimbangkan: Jalur perjalanan pemain dan jalur perjalanan orang-orang dalam dunia gamenya.
Jalur perjalanan pemain merupakan jalur yang didesain untuk dilewati pemain. Asal jalurnya seru dan menyenangkan (memberi pengalaman yang tepat), tidak masalah kalau jalurnya harus manjat tebing, menyelam lautan, terbang, atau menerobos belantara selama karakter yang dimainkan diberi kemampuan untuk melakukannya.
Namun, dalam dunia game yang diisi orang-orang biasa, perlu ada penjelasan bagaimana orang-orang pindah dari satu daerah ke daerah lain yang biasa dilalui (misal dari desa ke kota). Maka suatu daerah perlu jalan, jalur perairan, atau jaringan transportasi yang mungkin sebenarnya tidak harus dilalui pemain, namun membantu imersifitas yang membuat pemain merasa sedang menjelajahi dunia yang nyata. Jalur ini juga bisa membantu mengarahkan pemain untuk menjelajahi daerah tersebut daripada berjalan-jalan tanpa arah tujuan. Minimal, itu akan memicu rasa penasaran pemain untuk menjelajah.
Bayda Harbor tidak memiliki jalur ini. Jalannya terputus dengan daerah lain di negara yang sama. Padahal, tempat-tempat lain di Sumeru yang memiliki penduduk terhubung dengan jaringan jalan. Bahkan dari Port Ormos hingga Sumeru City terhubung dengan sebuah sungai. Bayda Harbor memiliki jalan yang terhubung dengan danau buntu dan… kemah rampok Eremite.

Saat pertama kali masuk Fontaine pun pemain berangkat dari daerah di padang pasir Sumeru yang terputus dengan jaringan jalan. Yah, di padang pasir ga ada jalan, sih. Namun rasanya mustahil orang Sumeru ke Fontaine lewat tempat itu atau Bayda Harbor.
Mungkin kedepannya ada penjelasan soal keanehannya. Mungkin akan ada konten tambahan di Bayda Harbor. Mungkin juga akan ada daerah lain di Sumeru yang lebih masuk akal sebagai pelabuhan di sisi Utara menuju Fontaine. Sementara ini, saya rasa geografi di Teyvat meski indah kadang ga masuk akal dengan laut dan sungai yang terpotong air terjun, kepulauan tinggi di atas laut yang masih bisa tenggelam, dan pulau terbang… eh pulau terbang masih masuk akal sih.
