Kategori
Devlog/Studlog Gaming Diary

Hampir Lupa Ceritanya – Gaming Diary #29

Jadi kepikiran, namatin cerita game itu penting ga? Kalau saya ga tertarik buat namatin, apa saya ga tertarik sama ceritanya atau cape aja mainnya?

Gaming Diary #29 – 2024 06 05

Genshin Impact

Versi 4.7 sudah rilis, jadi saya mulai saja Archon Quest yang sudah lama ditunggu. Meski bagian dari cerita utama, sub-plot Abyss yang melibatkan Dainsleif ini hanya rilis setahun sekali. Karena itu, detail-detail cerita banyak yang lupa.

Mungkin ini salah satu yang aku tidak suka dari model live service yang cerita utamanya dicicil berkala, nunggu ceritanya beres lama banget! Memang sih, film yang sekuelnya banyak, serial, dan manga juga ceritanya nyicil. Jarak antar cerita bisa tahunan untuk kasus film. Namun kalau Archon Quest subplot Abyss ini udah mah jaraknya lama, ceritanya pendek lagi. Juga, beda dengan film yang bisa muncul di streaming atau dijual Blu-Ray nya, kita ga bisa ngulang ceritanya lagi.

Penyebab lainnya mungkin karena saya masih belum biasa main game yang ceritanya belum beres dalam sekali main. Yah, seumur hidup banyak sih game yang ga sempat saya tamatin atau memang ga ada ceritanya. Dan, banyak juga dari game yang tidak sempat saya tamatin tersebut yang cukup berkesan di hati.

Jadi kepikiran, namatin cerita game itu penting ga? Kalau saya ga tertarik buat namatin, apa saya ga tertarik sama ceritanya atau cape aja mainnya?

Anyway, cerita Archon Quest kali ini cukup menarik. Meski Genshin ini keseringan mengeksplorasi cerita yang agak filosofis dan jelimet seperti ‘kalau kita cuma hidup di ingatan orang-orang, apakah kita bisa dibilang pernah hidup?’ Visualnya juga menarik. Meski, yah, lagi-lagi. Kurang panjang, kurang puas rasanya.

Akhirnya Aether dan Lumine ketemu, meski keduanya ga akan inget lagi pernah ketemu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *