
Entah kenapa saya merasa harus mengasah skill membuat cerita terlebih dahulu. Jadi saya pakai Twine 2 untuk membuat cerita interaktif berbasis HTML.
Saya niatnya membuat cerita bercabang yang sederhana. Kata internet (atau entah tahu dari mana), bikin cerita yang linier dulu, baru dibikin cabang.
Cukup simple sih. Idenya sebagian besar sudah ada dikepala, tinggal dituangkan. Saya ingin menceritakan tentang masyarakat yang penuh ketakutan, sekalipun hal-hal supranatural yang biasanya menakutkan sudah tidak lagi dianggap menakutkan.
Ini sedikit banyak dipengaruhi oleh pandangan saya terhadap situasi perpolitikan di negeri ini. Namanya pengangguran. Karena ga fokus di kerjaan, jadinya banyak nyerap berita-berita negatif dalam negeri. Apalagi di situasi pandemi dan post-pemilu 2019 yang menyibakkan banyak realita miris dari NKRI ini.
Langsung aja cerita challengenya:
- Belum bisa fokus dan mengelola prioritas. Masih suka stunned kalau overwhelmed. Padahal udah bikin post tentang warcry bulan lalu -_-.
- Keep it simple itu susah! Selalu saja ada ide branching yang bikin tulisannya jadi banyak. Awalnya saya mencoba untuk mendokumentasikan branching di dokumen naskah utama. Di tengah-tengah, jadi nyerah. Langsung ketik aja di Twine.
Karya ini saya buat sebebas mungkin sebenarnya. Jadi, masih banyak kekurangan. Misalnya, saya biarkan sudut pandang pilihan berpindah-pindah. Harusnya cerita interaktif itu pakai narasi sudut pandang kedua. Pakai sudut pandang orang ketiga agak kurang personal. Ini udah sudut pandang ketiga, pindah-pindah lagi :p
Saya coba meminta teman untuk melakukan tes dan menguji ceritanya. Saat ini pun saya sedang dibantai 😀 Saya belum tahu bagaimana nanti menerapkan masukan-masukannya.
Sementara sudah saya publish di itch.io untuk dites teman-teman dekat, sambil saya perbaiki dan kembangkan lagi terutama di sisi audio dan visual.
