Kategori
Devlog/Studlog

Saying ‘Done’ To My First Twine Story

Twine sucks!

Untuk tool yang mengklaim bisa bikin banyak hal, menambahkan audio dan menata visual, bahkan styling yang cukup sederhana, dalam Twine cukup menyiksa.

Styling sederhana seperti alignment dan heading malah mengganggu transisi teks. Untuk menambahkan audio tidak ada macro-nya! Efek transisi passage tidak mudah untuk diubah-ubah. Setidaknya, ini yang terjadi saat saya menggunakan format Harlowe 2.0.1 dalam Twine 2.

Memang sih bisa pakai CSS dan Javascript karena Twine ini web/HTML based. Tapi implementasinya berdasarkan kerangka Twine (dan format Harlowe) yang membuat kode CSS dan Javascript yang dibuat tidak berjalan sesuai harapan (memang sih ngatur CSS biar sesuai harapan biasanya repot, tapi ini jadi lebih repot lagi). Saya baca sekilas di forum-forum, banyak yang mengeluhkan soal ini, terutama soal audio.

Karena saya tidak ingin terlalu berlama-lama di proyek ini, saya memutuskan untuk menjadikan ini text based saja. Rencana menambahkan audio dan efek-efek visual di-scrap. Mungkin saya perlu pindah belajar engine atau tool lain, tapi saya akan coba sekali lagi pakai Twine. Just one more push. Sepertinya memang perlu belajar dari basic principle lewat tutorial-tutorial. Mungkin juga perlu belajar format lain dalam Twine selain Harlowe 2.

Anyway, saya sudah memperlihatkan cerita interaktif ini ke beberapa teman, dan mendapatkan beberapa respon. Kebanyakan akan saya tampung untuk membuat karya selanjutnya yang lebih baik.

  • Beberapa pilihan kurang ada suspense-nya, jadi tidak merasakan resiko apa-apa saat memilih.
  • Tone cerita kurang konsisten. Tengahnya komedi tapi endingnya serius. Mungkin perlu dijaga agar konsisten komedi terus atau serius terus.
  • Tidak ada audio yang mendukung mood. Masalah teknis sih.
  • Banyak yang tidak bisa menemukan pilihan menuju good better ending. Kebanyakan dapat ending mati dibegal. Sepertinya pilihan menuju ending yang saya harapkan terlalu sempit dan saya rasanya bisa menduga bagian mana yang membuat hal ini.
  • Kurang panjang. Mungkin kalau nulisnya udah lebih ahli atau lebih rajin.
  • Pada halaman ‘live’, banyak yang merasa perpindahan halaman terlalu cepat. Sepertinya saya bisa segera tangani ini.

Menurut saya, penting untuk fokus dalam satu aspek saja saat belajar membuat sesuatu. Terlepas kritik dan masukan yang akan kita terima. Saya tadinya ingin memberikan banyak efek visual dan audio yang saya anggap sederhana dalam proyek ini. Tapi setelah menemukan kebuntuan teknis, saya anggap proyek ini hanya untuk latihan membuat cerita dan membangun percabangannya. Yaitu dengan membuat cerita utama, kemudian mengembangkan pilihan-pilihan percabangan yang memperkaya cerita.

Dari fokus tersebut, yang saya pelajari adalah: bener kata orang, bikin cerita percabangan itu berat! Selanjutnya aku akan coba bikin percabangan yang sedikit, tidak sporadis, teratur, tapi konsekuensial, atau kerasa ‘beda’-nya dan nambah pengalaman pembacanya.

Untuk proyek selanjutnya, saya akan belajar beberapa basic terlebih dahulu.

Kalau ingin mencoba cerita-interaktif yang baru saya buat ini, klik ini: https://kasumbagames.itch.io/takut

Terima kasih!

Kategori
Devlog/Studlog

Bikin Cerita Interaktif

Entah kenapa saya merasa harus mengasah skill membuat cerita terlebih dahulu. Jadi saya pakai Twine 2 untuk membuat cerita interaktif berbasis HTML.

Saya niatnya membuat cerita bercabang yang sederhana. Kata internet (atau entah tahu dari mana), bikin cerita yang linier dulu, baru dibikin cabang.

Cukup simple sih. Idenya sebagian besar sudah ada dikepala, tinggal dituangkan. Saya ingin menceritakan tentang masyarakat yang penuh ketakutan, sekalipun hal-hal supranatural yang biasanya menakutkan sudah tidak lagi dianggap menakutkan.

Ini sedikit banyak dipengaruhi oleh pandangan saya terhadap situasi perpolitikan di negeri ini. Namanya pengangguran. Karena ga fokus di kerjaan, jadinya banyak nyerap berita-berita negatif dalam negeri. Apalagi di situasi pandemi dan post-pemilu 2019 yang menyibakkan banyak realita miris dari NKRI ini.

Langsung aja cerita challengenya:

  • Belum bisa fokus dan mengelola prioritas. Masih suka stunned kalau overwhelmed. Padahal udah bikin post tentang warcry bulan lalu -_-.
  • Keep it simple itu susah! Selalu saja ada ide branching yang bikin tulisannya jadi banyak. Awalnya saya mencoba untuk mendokumentasikan branching di dokumen naskah utama. Di tengah-tengah, jadi nyerah. Langsung ketik aja di Twine.

Karya ini saya buat sebebas mungkin sebenarnya. Jadi, masih banyak kekurangan. Misalnya, saya biarkan sudut pandang pilihan berpindah-pindah. Harusnya cerita interaktif itu pakai narasi sudut pandang kedua. Pakai sudut pandang orang ketiga agak kurang personal. Ini udah sudut pandang ketiga, pindah-pindah lagi :p

Saya coba meminta teman untuk melakukan tes dan menguji ceritanya. Saat ini pun saya sedang dibantai 😀 Saya belum tahu bagaimana nanti menerapkan masukan-masukannya.

Sementara sudah saya publish di itch.io untuk dites teman-teman dekat, sambil saya perbaiki dan kembangkan lagi terutama di sisi audio dan visual.

https://kasumbagames.itch.io/takut