Kategori
Devlog/Studlog

Best Practices Need Practices (part 3)

“Studi literatur” terakhir sebelum benar-benar melakukan “practices”. Sudah kuterima saja kalau manualnya perlu dibaca berulang kali biar ngerti dan kalaupun sudah ngerti ada saja pemahaman yang berubah saat baca bagian lain.

Bab III: When to use scenes versus scripts

Aku belum sepenuhnya paham kenapa ada pertanyaan: “Pilih scene atau script?”. Mungkin karena di Godot kita bisa membuat scene yang merupakan instance dari tipe node tertentu, juga bisa membuat script dengan class_name yang keduanya dapat digunakan sebagai class. Namun, perbedaan keduanya cukup jelas bukan?

Secara umum, scene lebih cepat dan bagus performanya. Namun, script bisa bikin tipe node baru yang mempermudah pengembangan, khususnya kalau mau bikin tool internal atau plugin.

Kesimpulannya sih katanya begini:

  • Kalau perlu bikin tool internal atau plugin yang bakal dipake oleh non-programmer, bikin class pakai script.
  • Kalau perlu bikin suatu class atau konsep sistem yang cuma berlaku di game ini, bikin scene aja. Scene lebih mudah diedit dan lebih “secure”.

Selebihnya, hanya bisa dipahami dengan praktik. Mungkin belajar “best practices” dengan baca manual secara berurutan bukan cara terbaik. Nanti aku belajar bikin game jenis tertentu lewat ngikutin tutorial lalu dibandingkan dengan “best practices” aja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *