Kategori
Film Review

BARA NAGA (BLOOD BROTHERS)

Akhirnya kesampean juga nonton film Malaysia di bioskop (Bront Paralae yang main di Dendam Malam Kelam aktor Malaysia sih, tapi ga diitung film Malaysia) dan yang ditonton adalah film terlaris kedua sepanjang sejarah perfilman Malaysia. Prestasi yang sangat pantas.

Bercerita tentang dua sahabat dalam perebutan kekuasaan di suatu keluarga gangster yang mengepalai sindikat “9 Naga”, film ini kualitasnya sudah setara dengan film-film aksi Hongkong yang bertema triad atau mafia. Bedanya di sini ada bumbu budaya Melayu. Koreografi pertarungan, maupun tembak-tembakannya yang seru berpadu dengan adegan drama dan komedi secara rapi dalam ceritanya yang sederhana. Plotnya cukup tipikal, tapi eksekusinya menjadikan film ini terasa fresh.

Memang banyak adegan klasik film aksi, seperti mobil yang meledak saat ditembaki, yang sebenarnya tidak mungkin terjadi. Tapi, persetan fisika. Yang penting rame! Lol.

Kalau mau dibandingin sama The Raid (rasanya tidak perlu), mungkin agak beda. The Raid lebih ke film aksi bela diri, seperti film-film Jet Li. Bara Naga lebih ke film aksi gangster, seperti film-film Chow Yun Fat.

Sepertinya film-film terlaris di Malaysia saat ini kebanyakan film aksi. Bisa jadi Malaysia akan mengambil alih Hongkong sebagai pusat produksi film-film aksi di Asia, atau setidaknya Asia Tenggara. Tapi entah ya. Film aksi Indonesia sendiri rasanya belakangan kurang booming. Masih kalah gaung sama horor.

Hal menarik lainnya dari film ini adalah penggambaran polisi yang… gak korup dan bertindak sesuai hukum, tapi nyebelin! Bos gangster lagi berkabung karena anaknya dibunuh. Kapten polisi dateng-dateng langsung nyinyir! Tetep aja saat lagi ngawal diserang gangster langsung mundur. Lol.

Ini menarik karena aku sekilas melihat logo pemerintahan Malaysia di awal film jadi kupikir film ini didanai atau setidaknya ada dukungan pemerintah dalam bentuk apapun. Kalau itu benar, lucu juga pemerintah Malaysia mengizinkan penggambaran polisi seperti itu. Kalau nanti di Indonesia Polri beneran bakal dilibatkan buat nyensor film-film lokal, aku ingin polisinya boleh ditampilkan cupu dan nyebelin juga, kalo ga boleh ditampilin korup.

Kategori
Film Review

DENDAM MALAM KELAM

Thriller lokal dengan plot twist yang bisa kutebak tapi salah mulu. LOL. Maksudnya, sepanjang film aku tahu bakal ada plot twist dan kupikir bisa menebak akan seperti apa plot-twistnya. Tetap tidak terduga. Padahal “pistol chekov”-nya sudah ditunjukkan dari awal. Cuman karena adegan-adegan lain sepanjang film, adegan yang menunjukkan “pistol chekov” itu jadi dilupakan. Inti dari plot twist drama “mayat hilang di malam kelam dan seorang detektif menginterogasi tersangka pembunuh/suaminya yang kena teror” ini adalah: siapa yang dendam?

Film yang seru buatku. Kalau saja akting pemeran pendukungnya ga terlalu kaku dan tata suaranya ga terlalu berisik.

Btw di film ini seragam polisinya sengaja dibuat beda dengan Polri beneran ya?