Kategori
Game Review

Game Review: Figure Fantasy

Gameplay yang apik, tema yang menarik, cerita, dan waifu. Tapi belum tentu kamu akan suka.

Ide dan tema utama game ini adalah idle RPG dengan karakter action figure atau figurine (tipe-tipe figure yang kadang tergolong NSFW, tergantung standar NSFW-mu). Game ini seakan ingin memberi pengalaman memiliki action figure secara digital dan… well… lebih terjangkau. Iklan nya dengan jelas memperlihatkan hal tersebut; action figure yang awalnya diam tiba-tiba beraksi saat pemiliknya tidak ada. Bayangkan Toy Story tapi pakai figurine dengan cerita ala anime.

Namun cerita di gamenya sendiri berbeda. Pemain, pemilik karakter figurine utama, adalah satu-satunya manusia yang bisa berbicara dan melihat figurine bergerak. Dan dengan desain karakter figurine yang tergolong seksi memanggilmu dengan sebutan ‘master’ lumayan bikin cringe. Ceritanya agak kurang jelas di awal, apa mereka pakai bahasa Inggris? Tapi lama-lama penasaran juga.

Dari segi gameplay, meski awalnya terasa seperti idle RPG yang hasil pertarungannya random kecuali level karaktermu terpaut jauh di atas musuh, ternyata ada kedalaman strategi yang cukup menarik. Misalnya, posisi karakter menentukan musuh mana yang akan diserangnya lebih dulu. Tiap karakter juga memiliki role dan skill ulti dengan AoE yang berbeda-beda sehingga penempatan karakter di awal akan sangat berpengaruh.

Gameplay tersebut didukung dengan berbagai fitur dan mode permainan standar Idle RPG lainnya seperti idle income, gacha, levelling karakter, equipment, dsb.. Reset dan retire (gift) karakter juga dapat dengan mudah dilakukan. Selain kamu bisa skip ceritanya, kamu juga bisa skip battlenya, kalau kamu yakin menang, kecuali pada battle yang terkait cerita dan boss battle.

Fitur tambahan lain memperkuat tema action figure game ini seperti fitur AR untuk menempatkan figure digital di ruang fisik. Tidak penting memang, tapi memperkuat kesan tematik game ini. Sayangnya meski karakter pada AR dapat menari-nari (ugh) tapi kita bisa mengatur pose figure saat mau difoto.

Tema figure ini juga dengan sangat baik membalut setiap fitur standar idle RPG tadi. Misalnya retire jadi gift dan altar (untuk menyamakan level karakter tertentu dengan level terendah dari 5 karakter dengan level tertinggi) menjadi Otaku Town (pajangan), dll.

Elemen lain yang dengan baik dibalut dengan tema figurine adalah fitur gacha yang ditampilkan sebagai pembelian box figurine random. Pemain membeli box dari merek/pabrikan tertentu dan merek ini jadi semacam faction seperti pada game idle RPG lain. Cara membuka box gacha nya juga cukup immersive.

Karakter-karakter dupe dapat dengan mudah dibedakan dengan karakter utama dari desainnya yang lebih seperti maskot humanoid daripada manusia. Meski dapat dengan mudah di retire, aku bisa membayangkan ada orang yang mengkoleksi karakter ini karena beberapa desainnya cukup lucu dan unik.

Sebenarnya masih banyak lagi fitur dan mode-mode permainan yang unik, seperti review karakter dari pemain lain untuk membantumu menentukan karakter mana yang akan dinaikkan levelnya dan fitur tower untuk mengajarkan beberapa tips battle dan strategi. Namun rasanya akan terlalu panjang untuk dibahas.

Live-ops dan event sendiri tidak ada yang macam-macam, hanya quest-quest yang kadang memberikan token khusus (token khusus ini juga muncul di idle income) yang bisa ditukar di menu khusus dengan item lain.

Dengan berbagai karakter yang cukup variatif dan menarik desainnya, game ini cukup membuat saya terpikat. Agak memalukan karena sepertinya saya lebih ter-hook oleh berbagai karakter waifu nya, t-tapi fitur-fiturnya juga menarik kok. Yah, tidak hanya waifu, aku juga tertarik dengan gameplay dan fiturnya… Oh dan meski game ini banyak menampilkan visual 3D tapi tidak terasa terlalu berat dijalankan di HP spek nanggung.

Jadi setidaknya game ini punya cerebral gameplay, waifu/husbando, dan cerita yang.. ‘meh’ tapi secara umum, tetap menarik untuk dicoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *