Kategori
Devlog/Studlog Gaming Diary

Gaming Diary #12 – 2024 05 19

Masalah koordinasi jari adalah keterbatasan fisiologis.

Genshin Impact

Berhasil membuktikan kalau minigame rhythm memang lebih baik pake touch screen. Musik yang baru, langsung level Master, dapet rank Discantus (lebih dari 90%). Dan itu mainnya sambil rebahan di kasur pakai satu tangan.

Mungkin yang saya sadari adalah, sulit untuk tidak pindah ke ‘mode dua jari’ saat bermain. Saat bermain game rhythm menggunakan keyboard atau stick, jari saya sudah ‘dikunci’ atau ‘ditugaskan’ pada tombol-tombol tertentu sehingga semua jari pasti akan kepakai main. Masalahnya, meski saya tahu tombol mana yang perlu ditekan, kadang saya lupa jari mana yang ditugaskan di tombol tersebut.

Pada touch screen, jari saya tidak terasa terkunci di satu tombol sehingga kalau kalau lupa jari mana yang lebih deket ke tombol, bisa pakai jari yang paling aktif (telunjuk kiri dan kanan). Tambah lagi, gambar not dan tombol pada dasarnya sama sehingga ga perlu terlalu mikir lagi.

Kalau saya lebih jago bermain piano atau ngetik pake keyboard, mungkin saya bisa lebih jago lagi. Yang jago keduanya sudah terlatih untuk membuat semua jari tangan lebih aktif dan koordinatif.

Hades

Berhasil melewati Temple of Styx dan melawan Hades, lalu kalah. Setelahnya, masih ada lagi variasi dalam permainan khususnya di level pertama dengan munculnya musuh dan miniboss baru. Sepertinya variasi musuh di level pertama ini dibikin paling kentara karena setiap pemain pasti ngulang dari sini lagi tiap main. Jadi, biar ga bosen, dibikin variasinya lebih banyak.

Minigame mancing juga mulai saya coba dan cukup bantu progress karena bisa dituker jadi item. Lalu ada ruangan administrasi yang baru dibuka dengan membayar item dan menyimpan fitur untuk menampilkan detail data tiap sesi bermain.

Sepertinya konten game ini masih ada lagi yang belum terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *