Kategori
Devlog/Studlog Gaming Diary

Orang Natlan Ga Keliatan – Gaming Diary #21

Gaming Diary #21 – 2024 05 28

Genshin Impact

Karena disinggung pada dialog di event Saurian dan sudah ada preview nya saat Special Program kemarin, mungkin saatnya membahasa region Natlan. Ini adalah region yang paling ‘misterius’ di Genshin karena jarang disebut.

Yang saya ingat dari dialog-dialog terkait Natlan:

  • Pemandian air panas di Inazuma terinspirasi dari Natlan
  • Ada seorang NPC di Fontaine yang punya pacar orang Natlan
  • Di akhir cerita utama Fontaine disebutkan kalau Natlan adalah negeri para naga dan orang-orangnya ga bisa melancong karena lagi ada perang atau ada aturan yang ga ngebolehin keluar.

Udah. Itu aja. Baru pas preview kemarin dan event Saurian diperlihatkan sedikit visual terkait Natlan, naga-naganya, dan lansekapnya.

Namun, tidak dengan orangnya. Ini. Aneh. Banget.

Gini, sejak awal rilis Genshin Impact, semua orang dari ketujuh bangsa sudah pernah diperlihatkan. Selain orang Mondstadt dan Liyue, kita bisa ketemu peneliti Sumeru yang berkelana ke berbagai tempat, beberapa orang Fontaine, salah satunya penulis yang meneliti cerita daerah di jalan menuju Liyue, pedagang/agen/diplomat Snezhnaya, termasuk Fatui, dan terakhir Atsuko, orang Inazuma yang terjebak di Liyue karena politik isolasi di Inazuma. Orang Natlan adalah satu-satunya yang belum pernah diperlihatkan di dalam game.

Satu-satunya orang Natlan yang pernah saya lihat adalah seorang karakter yang muncul di trailer Genshin Impact menjelang rilis awal. Oh, satu lagi. Vannesa dan kaumnya dari komik Prologue yang merupakan budak-budak di Mondstadt keturunan Natlan.

Di event Saurian, kita bisa menanyakan pada karakter bernama Rajit yang pernah ke Natlan kenapa kita belum pernah ketemu dengan satu pun orang Natlan. Artinya, Hoyoverse paham kalau pemain menyadari masalah ini. Dan, jawabannya…

Sepertinya Hoyoverse juga belum nemu argumen yang tepat. Kalau pakai argumen aturan sosial atau politik kayak Inazuma rasanya mengada-ada. Setidaknya, ketika mendengar politik isolasi Inazuma saya bisa berasumsi bahwa ini terinspirasi dari politik isolasi yang dilakukan Jepang sebelum era restorasi Meiji.

Prasangka buruk saya, Hoyoverse belum punya ide bagaimana merepresentasikan orang Natlan yang katanya terinspirasi dari Afrika, Amerika Latin, dan Spanyol (?) tanpa menyinggung orang-orang yang direpresentasikan.

Sepertinya Natlan ini akan divisualkan sebagai budaya ‘tribal’ generik anime yang mencomot beberapa inspirasi dari berbagai budaya yang disebut di atas. Mungkin saat nanti melihat Natlan, saya tidak akan setakjub seperti waktu melihat Sumeru.

Btw, dari event Saurian, sudah diperlihatkan topi orang Natlan yang mirip helm Conquistador, penjajah Spanyol yang datang ke Amerika Selatan.

Battle of Souls

Entah kenapa main ini selalu pas udah mulai ngantuk. Sejauh yang saya coba sampai awal chapter 1-1, tidak terlihat ada perubahan dari segi cerita. Seingat saya. Mungkin ada bonus-bonus yang agak berubah, tapi saya tidak bisa mengingatnya.

Hal beda yang paling kentara adalah adanya fitur Roulette yang pada dasarnya adalah gacha material dan item pakai currency permata. Fitur ini sepertinya untuk ‘agak’ membantu pemain meningkatkan level Atma nya agar lebih kuat dan meningkatkan value dari currency permata sehingga orang kalau mau beli IAP lebih fokus ke currency permata. Mungkin sih, ini analisis asal aja. Yang penting, adanya fitur ini menunjukkan kalau Battle of Souls tidak sekedar ganti merek Code Atma. Ada development yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas gamenya.

Selain itu, menurut yang saya baca di forum ada beberapa desain visual Atma yang dimodifikasi, tapi saya belum cek satu-satu.

Game ini sebenarnya masih dalam tahap Closed Beta Test (CBT) dan masih dalam pengembangan. Mungkin masih bakal banyak perubahan kedepannya.

Yang cukup membuat saya lega adalah melihat halaman credit yang menyertakan nama-nama tim pengembang Battle of Souls dan pengembang Code Atma. Intinya saya bisa memastikan ini memang kerjasama resmi (bukan kloningan, lol) antara Pixel Revolution dan Agate Studio. Oh, juga Iskra.

(googling Iskra)

“We believe the future of gaming is on the blockchain.”

…oh, ok.

Kategori
Devlog/Studlog Gaming Diary

Gaming Diary #13 – 2024 05 20

Genshin Impact

Hari ini ngabisin resin pake melawan bos mingguan dan beresin event quest. Entah kenapa bos terbaru ‘The Knave’ pas ngomong tidak ada subtitlenya, ga kaya ‘The Balladeer’, “La Signora’, dan ‘Childe’. The Knave ini pola serangannya sebenarnya cukup mudah, tapi sekalinya kena cukup sakit. Tambah lagi ada beberapa serangan yang memberikan efek Bond of Life yang cukup nguras HP dan katanya sih bisa dilepas kalau nyerang pakai charge attack, tapi beberapa kali pakai charge attack ga lepas juga. Meski demikian, dibanding ‘The Balladeer’ atau ‘Raiden Shogun’, bos ini lebih tidak sulit atau ngerepotin (kalau ga ada masalah ping gede atau stick macet seperti yang saya alami).

Event Quest Iridescent Tour ini serasa pendek. Storynya cuma dua bagian dari yang biasanya tiga bagian atau lebih. Konten minigamenya sebenarnya lumayan, tapi meski memiliki cutscene, skala event nya terasa sekecil event potion dan cat café di update sebelumnya. Sejak Lantern Festival terakhir, rasanya tidak ada event dengan skala besar, konten banyak dan cerita yang panjang dan memberikan dampak pada karakterisasi. Bahkan, Lantern Festival terakhir juga skalanya terasa lebih kecil daripada Lantern Festival tahun-tahun sebelumnya.

Mungkin cuma perasaan saja, tapi menarik juga untuk meneliti perkembangan event belakangan ini atau perubahan persepsiku sebagai pemain lama terkait event.

Btw, di event ini ada interaksi karakter yang hanya muncul di waktu tertentu pada jangka yang singkat dan banyak pemain melewatkannya. Saya juga cukup kesal, meski tidak ada dampak gameplay yang signifikan. Adegan interaksinya bisa ditonton di YouTube, tapi kenapa saya merasa harus mengalaminya langsung?

Hades

Sekarang agak sulit nembus Elysium. Namun sudah berkali-kali sesi permainan, nampaknya stok dialog game ini belum habis. Memang setiap dialog dibatasi. Ga ada percakapan dua karakter atau lebih yang bolak-balik sampai puluhan kali. Paling banter mungkin lima kali-an dan umunya hanya satu kali. Mungkin, ini yang bikin dialognya ga abis-abis dan copywriternya bisa nyetok banyak dan ngasih eksposisi cerita dikit-dikit dicicil.

Isi codex yang mengandung banyak informasi terkait karakter, musuh, dan benda-benda dalam permainan juga dibikin mudah dibaca dengan menyorot bagian yang baru muncul sehingga pemain bacanya bisa nyicil. Meski demikian, codex ini dibuat sebagai buku catatan pribadi Achilles, sehingga kalimat dan POV penulisannya agak bikin pemilihan katanya sulit dipahami.

Btw, masih ada satu bagian lagi dari codex ini yang belum kebuka sama sekali.

Battle of Souls

Code Atma, game bikinan Agate Studio yang cukup populer di kalangan gamer lokal, kini lahir kembali dengan nama Battle of Souls. Sepertinya begitu. Meski dulu saya sempat mengelola operasional game ini, saya belum dapat info orang dalam mengenai ini. Lihat-lihat di forum, ada beberapa yang beda meski secara umum sama. Di Google Play, developer/publisher-nya adalah Pixel Revolution Inc.

Saya baru nyoba buka sampai tutorial awal saja, jadi belum lihat-lihat lebih jauh lagi. Jadi sejauh yang saya mainkan, gameplaynya masih sama, AFK RPG. Tutorialnya masih sama, mengenalkan konsep skill, row, dll. Dan, adegan pembukanya masih sama. Mungkin besok-besok saya lihat lebih jauh lagi.