Citampi Stories

Hanya main sebentar untuk menghabiskan jam kerja dan energi di sisa hari yang ada. Karena perlu bahan-bahan untuk bikin benda keperluan quest, saya habiskan waktu dan energi karakter untuk mancing dengan pancing khusus yang bisa sekalian nangkap sampah. Meski belum ada petunjuk juga bahan yang diperlukan itu dapatnya dari mana.
Jadi kepikiran, kalau dulu saya dapat petunjuk seperti itu dari mana? Dulu saya senang baca majalah game untuk dapat cheat atau trik rahasia dan kadang ada juga panduan seperti resep crafting atau masak dalam sebuah game yang ada fitur crafting dan masak. Apakah dulu saya juga pake itu buat tahu resep masak di game semisal Harvest Moon?
Buku panduan bermain game, baik terbitan tidak resmi developer/publisher nya maupun panduan yang datang berbarengan dengan salinan fisik game nya, sudah jadi bagian dari game sejak lama. Namun, apakah desain sebuah gameplay selalu mempertimbangkan adanya buku panduan atau majalah? Bagaimana saat internet mulai populer digunakan untuk mencari panduan bermain?
Mengingat hal ini, saya jadi merasa konyol sendiri berpikir bahwa semua informasi tentang game harus ada di dalam game nya itu sendiri. Jadi, apakah menyediakan panduan dalam game yang bisa dibuka dengan bayar currency premium (di game ini namanya coupon, sebelumnya aku salah nyebutnya ticket :p) adalah desain yang baik? Apakah pemain lebih baik cari guide nya di internet? Atau, apakah membiarkan pemain cari tahu sendiri soal resep, lokasi bahan, waktu keluarnya jenis ikan tertentu, dll. lewat coba-coba dan bereksplorasi sendiri dalam gamenya?
Akhirnya jadi pilihan pemain mau cari guide di internet atau eksplorasi di gamenya sendiri. Namun, kalau saya bikin game sejenis, saya tidak tahu mana yang lebih baik.
Akhirnya lagi, saya beli item in-app 5.000 coupon seharga Rp 16.000 (belum termasuk pajak). Masih kemurahan menurutku, tapi baru akan terasa sepadan atau tidaknya setelah saya coba pakai.
Genshin Impact

Hari ini lebih banyak ngabisin resin buat battle. Lawan 4 bos mingguan cukup buat ngabisin 150 resin (30 x 3 + 60). Lawan boss mingguan meski lama dan susah semakin diperlukan untuk material level up karakter dan material bikin senjata (kalau hoki), jadi tiga kali per minggu sepertinya akan kurang. Sisanya, ngabisin condensed resin buat farming material di domain.
Battle merupakan bagian yang paling memuaskan (sekaligus melelahkan) di Genshin Impact. Mencoba beragam kombinasi karakter dan menemukan loop penggunaan skill yang efektif untuk mengalahkan musuh tertentu selalu memberikan kepuasan tersendiri. Terlebih kalau menemukan kombinasi yang unik dan membuatku berpikir ‘Hmm, ternyata bisa ya ngalahinnya pakai cara ini. Lambat sih, tapi menarik.’ Sayangnya, kalau koneksi internet lagi bapuk, ping gede, pergantian karakter delay berdetik-detik, dan bahkan damage-nya delay, rasanya pingin banting stik.
Btw saya mulai Event Quest Iridescent Tour dan menemukan masalah dalam cerita. Di event ini, Itto dan Jendral Gorou bekerjasama untuk mengadakan konser di Pulau Watatsumi dan Paimon kaget mereka bisa kenal. Ini tidak konsisten dengan cerita di event Akitsu Kimodameshi di mana Itto, Gorou, dan Paimon sudah pernah bertemu dan berinteraksi (meski Gorou tidak mengenalkan diri sebagai Jendral).
Akibatnya, saya jadi berpikir kalau cerita-cerita di event tidak canon. Artinya, dalam rangkaian cerita Traveller/Pengembara menjelajahi berbagai negara di Teyvat, Scaramouche tidak pernah bertemu Mona, Collei tidak pernah berteman dengan Sucrose, dan Freminett tidak pernah membantu seorang ibu dengan kelainan mental untuk menerima kematian anaknya.
Event quest memang sifatnya opsional, jadi ceritanya mungkin sengaja dibuat agar tidak memerlukan konteks dari cerita opsional lain atau diperlukan untuk memahami potongan cerita lain di game ini. Sehingga, pemain yang baru gabung tidak merasa ketinggalan meski kelewat event yang hanya bisa diakses sekian waktu saja.
Awalnya, saya selalu ingin agar event-event temporer memiliki cerita agar saya bisa tertarik. Namun, akibatnya akan ada pemain yang kelewat cerita tertentu karena baru mulai bermain. Jadi yah, mungkin bukan salah model live servicenya, tapi memang sebaiknya tidak ada cerita yang canon di event. Konon, bakal ada fitur untuk mengakses event-event lama di Genshin agar bisa ngikutin ceritanya.
Btw, ada satu karakter di event quest ini, Dvorak, yang masih ingat pernah ketemu Pengembara dan Paimon di Lantern Rite Festival. Jadi… hanya Akitsu Kimodameshi yang tidak canon? Entahlah mungkin bad-writing saja.
