Kategori
Devlog/Studlog Gaming Diary

Gaming Diary #13 – 2024 05 20

Belum nyoba Windtrace terbaru dan sisa waktu eventnya tinggal beberapa hari lagi…

Genshin Impact

Hari ini ngabisin resin pake melawan bos mingguan dan beresin event quest. Entah kenapa bos terbaru ‘The Knave’ pas ngomong tidak ada subtitlenya, ga kaya ‘The Balladeer’, “La Signora’, dan ‘Childe’. The Knave ini pola serangannya sebenarnya cukup mudah, tapi sekalinya kena cukup sakit. Tambah lagi ada beberapa serangan yang memberikan efek Bond of Life yang cukup nguras HP dan katanya sih bisa dilepas kalau nyerang pakai charge attack, tapi beberapa kali pakai charge attack ga lepas juga. Meski demikian, dibanding ‘The Balladeer’ atau ‘Raiden Shogun’, bos ini lebih tidak sulit atau ngerepotin (kalau ga ada masalah ping gede atau stick macet seperti yang saya alami).

Event Quest Iridescent Tour ini serasa pendek. Storynya cuma dua bagian dari yang biasanya tiga bagian atau lebih. Konten minigamenya sebenarnya lumayan, tapi meski memiliki cutscene, skala event nya terasa sekecil event potion dan cat café di update sebelumnya. Sejak Lantern Festival terakhir, rasanya tidak ada event dengan skala besar, konten banyak dan cerita yang panjang dan memberikan dampak pada karakterisasi. Bahkan, Lantern Festival terakhir juga skalanya terasa lebih kecil daripada Lantern Festival tahun-tahun sebelumnya.

Mungkin cuma perasaan saja, tapi menarik juga untuk meneliti perkembangan event belakangan ini atau perubahan persepsiku sebagai pemain lama terkait event.

Btw, di event ini ada interaksi karakter yang hanya muncul di waktu tertentu pada jangka yang singkat dan banyak pemain melewatkannya. Saya juga cukup kesal, meski tidak ada dampak gameplay yang signifikan. Adegan interaksinya bisa ditonton di YouTube, tapi kenapa saya merasa harus mengalaminya langsung?

Hades

Sekarang agak sulit nembus Elysium. Namun sudah berkali-kali sesi permainan, nampaknya stok dialog game ini belum habis. Memang setiap dialog dibatasi. Ga ada percakapan dua karakter atau lebih yang bolak-balik sampai puluhan kali. Paling banter mungkin lima kali-an dan umunya hanya satu kali. Mungkin, ini yang bikin dialognya ga abis-abis dan copywriternya bisa nyetok banyak dan ngasih eksposisi cerita dikit-dikit dicicil.

Isi codex yang mengandung banyak informasi terkait karakter, musuh, dan benda-benda dalam permainan juga dibikin mudah dibaca dengan menyorot bagian yang baru muncul sehingga pemain bacanya bisa nyicil. Meski demikian, codex ini dibuat sebagai buku catatan pribadi Achilles, sehingga kalimat dan POV penulisannya agak bikin pemilihan katanya sulit dipahami.

Btw, masih ada satu bagian lagi dari codex ini yang belum kebuka sama sekali.

Battle of Souls

Code Atma, game bikinan Agate Studio yang cukup populer di kalangan gamer lokal, kini lahir kembali dengan nama Battle of Souls. Sepertinya begitu. Meski dulu saya sempat mengelola operasional game ini, saya belum dapat info orang dalam mengenai ini. Lihat-lihat di forum, ada beberapa yang beda meski secara umum sama. Di Google Play, developer/publisher-nya adalah Pixel Revolution Inc.

Saya baru nyoba buka sampai tutorial awal saja, jadi belum lihat-lihat lebih jauh lagi. Jadi sejauh yang saya mainkan, gameplaynya masih sama, AFK RPG. Tutorialnya masih sama, mengenalkan konsep skill, row, dll. Dan, adegan pembukanya masih sama. Mungkin besok-besok saya lihat lebih jauh lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *