Jalan-jalan di Bandung

Kenapa? Jalan-jalan di sekitaran Braga termasuk main/gaming juga kan? Meski bukan permainan dengan aturan dan lain-lain, saya rasa jalan-jalan di area dengan konteks sejarah dan visual yang unik adalah kegiatan yang menyenangkan. Khususnya bagi anak-anak atau orang yang baru lihat. Bahkan, bagi yang sudah berkali-kali melihatnya, ini kegiatan yang menyenangkan.
Jadi buat saya, jalan-jalan ke daerah Braga, Asia-Afrika, Banceuy, dan Balai Kota bareng keluarga pada hari ini adalah sebuah kegiatan bermain. Setidaknya, kegiatan ini bisa dilabeli oleh dua atau tiga kategori dalam Gamer Motivation Model (oleh Quantic Foundry).

Berjalan-jalan melihat-lihat bangunan tua bersejarah adalah kegiatan eksplorasi yang menarik karena ada cerita juga dibaliknya. Bangunan-bangunan antik sangat gamblang dalam menunjukkan bahwa suatu tempat punya sejarah. Dan saat kita menjejakkan kaki ke dekatnya sambil melihatnya dalam jarak dekat, kita masuk dalam sejarah itu atau setidaknya melihat bahwa sejarah itu nyata. Memang perlu konteks yang diceritakan sendiri agar bisa memahami suatu bangunan lebih dari objek estetik.
Sebenarnya akan lebih baik lagi kalau sebelum melihatnya sudah punya pengetahuan tertentu soal sejarah terkait. Karena itu saya agak heran ponakan saya yang sudah 5 SD sepertinya belum tahu soal Konferensi Asia Afrika. Mungkin juga tidak tahu soal ASEAN. Apa sih yang diajarkan di IPS dan PMP ke anak-anak sekarang? Ponakan saya sebenarnya cukup tertarik soal sejarah dan pingin masuk ke musem Asia Afrika. Sayangnya tempat itu sedang tutup (sejak 21 April).
Berjalan ke tempat-tempat bersejarah dan atau tempat menarik lainnya bisa menjadi hiburan atau permainan yang menyenangkan. Mungkin perlu struktur ‘permainan’ yang lebih teratur agar lebih menarik. Jadi bagus juga kalau ada tur keliling tempat bersejarah di Bandung buat anak-anak yang dilakukan setiap minggu misalnya. Memang sih di Bandung ada Bandros, tapi melihat selewat pake kendaraan dan mengamati sambil jalan itu akan memberi perspektif berbeda.

Tantangannya memang trotoar di Bandung kan ga semuanya bagus. Dan, Bandung tidak punya area ‘kota tua’ yang terkonsentrasi di satu titik. Namun, masih bisa lah dipetakan agar kegiatan jalan-jalan bersejarah atau ‘scavenger hunt’ bisa diadakan. Atau mungkin ada komunitas yang menyelenggarakan ya?
The Nice Park

The Nice Park Bandung adalah objek wisata yang baru memasuki trial opening (jadi tempatnya masih relatif bersih dan bagus, petugasnya masih semangat dan ramah). Informasi jam buka dan harga tiketnya bisa cari di IG. Btw ini tempatnya bukan di Bandung, tapi Cimahi.
Tempat ini terdiri dari mini zoo dan playground. Saya tidak mau bicara banyak soal area kebun binatangnya karena buat saya kebun binatang itu konsep yang problematis dan dilematis, tapi perlu saya khawatirkan dua hal:
- Beberapa hewan adalah nokturnal. Jadi, waktu tidur mereka diganggu oleh anak-anak yang juga tidak melihat hewan tersebut saat lagi aktif dan menarik.
- Ada petting area buat kelinci, yang telinganya tajam itu, di dekat playground yang berisik. Yah ga terlalu berisik banget juga sih, buat telinga manusiaku.
Area playground yang ber-rumput sintetis punya banyak wahana dan permainan, mulai dari yang sederhana seperti jungkat-jungkit, serodotan, kora-kora manual, ayunan puter manual, hamster wheel manual, hingga seluncur ban dan flying fox pendek. Semuanya cukup menyenangkan baik untuk anak-anak maupun orang-orang dewasa yang mereka bawa. Sebenarnya, beberapa permainan akan lebih menyenangkan kalau dimainkan bareng orang dewasa. Seluncur ban bisa lebih ngebut dan nabrak kumpulan bean bag di bawahnya sampai bola-bola isiannya muncrat kalau dinaikin orang dewasa bareng bocah.

Hanya saja beberapa permainan tidak diawasi. Misalnya di area main pasir (yang biasanya ada di mall itu). Karena tidak diawasi, anak-anak bebas saja menghamburkan pasir ke luar area meja kotak pasir dan berserakan di lantai sehingga hanya tersisa sedikit saja. Yah, kalau sudah itung-itungan rugi pasir yang jatuh sih, ga apa-apa.
Meski tidak paham bagaimana tempat ini bisa dikelola dan dirawat dengan baik, khususnya karena beberapa penghuninya adalah hewan langka, saya rasa tempat ini bisa menjadi semacam ‘one-stop’ untuk liburan bareng anak-anak ke kota Bandung Cimahi.
Oh, pastikan bawa kendaraan pribadi. Angkot susah, taksi online kalau kesorean juga susah.
