Citampi Stories

Satu hal yang patut dicontoh, tapi juga secara pribadi sangat mengganggu, dari game ini adalah teknik monetisasinya. In-app purchase dan rewarded-ad nya ada di mana-mana. Saya sudah beli satu item untuk ngilangin banner iklan yang mengganggu di layar.
Item-item in-app lainnya ada untuk beli tiket, currency khusus di game yang sangat penting untuk membeli item-item berguna, beli kostum eksklusif, beli slot save tambahan, beli fitur ojol ke semua lokasi (fast-travel), sampai beli item khusus langsung. Terdapat juga bundle atau paket pembelian beberapa item.
Rewarded-ad tersedia saat ingin menambah penghasilan waktu kerja, memulihkan energi, mendapatkan tiket gratis, dan lain-lain. Lucunya, rewarded-ad ini ada yang bisa diakses lewat item TV dalam game. Lebih jauh lagi, pemain bisa mendapat rewarded-ad dengan hadiah lebih banyak kalau nonton iklannya di bioskop. Ini salah satu teknik yang menurut saya jenius.
Namun, saya selalu merasa risih kalau harus nonton iklan di game. Apalagi sudah bayar untuk menghilangkan iklan banner. Maka saat sudah bikin item meja produksi yang bisa mengolah kumpulan benda jadi benda lain, saya masih ngotot untuk tidak nonton iklan yang bisa membuka panduan resep olahan benda. Resep seperti itu seharusnya didapat dari permainan itu sendiri, seperti beli resep atau ngobrol dengan penduduk desa.
Maka saya cukup kesal saat dapat quest yang mengharuskan mengolah benda tapi tidak jelas bagaimana bikinnya. Harusnya ada tutorial yan- oh ada hint bahan-bahan nya deng di keterangan questnya. Hehe. Eh tapi tetep ada bahan yang ga jelas dapatnya darimana atau bikinnya gimana.
Sepertinya game ini didesain agar saat pemain sudah main jauh sampai beli rumah, maka harus segera dimonetisasi. Artinya, aktivitas-aktivitas baru yang bisa pemain lakukan tidak akan bisa efisien kalau pemain tidak beli item in-app. Saya juga sudah harus mempertimbangkan item mana yang lebih bernilai untuk dibeli.
Mikirin duit, buat saya, adalah aktivitas yang seharusnya tidak ada di tengah-tengah main game. Saya bisa membayangkan developernya ngeles, ‘Ya, ini kan game simulasi kehidupan. Mikirin apa yang harus dibeli itu bagian dari hidup!’ Namun juga, saya rasa mengeluarkan uang untuk game ini sepadan dengan keseruan yang didapatkan. Jadi, saya mulai mikir item mana yang paling sepadan harganya.
Genshin Impact

Hari ini ngebersihin peti, puzzle, dan tantangan area Domus Aurea sampai Hydro Sigils mencapai 1500. Tadinya mau langsung naikin level Fountain of Lucine sampai mentok sekaligus, tapi nanti aja deh, sekalian sama naikin level Statue of The Seven sekaligus.
Penjelajahan di area Domus Aurea dibantu kucing Monsieur Os yang tiba-tiba muncul dekat beberapa puzzle untuk memberi petunjuk, dan dekat area quest sampingan untuk bilang ‘quest ini nanti saja habis beres quest utama’. Penjelajahan juga dibantu Scylla, paus besar yang bisa tiba-tiba muncul dekat karakter pemain dan punya skill buat bantu pergerakan di perairan. Memang areanya cukup luas apalagi karena perairan yang bisa dijelajahi secara tiga dimensi jadi perlu bantuan biar cepet mencapai lokasi yang dimau. Namun, pas main hari ini saya lebih enak berenang dari peti ke peti tanpa bantuan.
Saat menjelajahi suatu area, saya selalu kepikiran soal mana yang lebih baik diduluin: beresin quest atau beresin peti? Ada beberapa targetan yang agak saya kejar saat ini: mengumpulkan semua Hydroculus dan Hydro Sigil agar bisa meningkatkan level Statue of The Seven dan Fountain of Lucine sekaligus (saat ini belum dinaikkan sekalipun), menyelesaikan quest di area baru sebelum mulai quest event, dan mengumpulkan primogem untuk pull sekali lagi di banner Arlecchino (semoga dapet pity -_-) sebelum bannernya ilang dalam beberapa hari.
Ini bikin penjelajahan terlalu buru-buru dan saya jadi kurang merasa nikmat. Namun, sebenarnya tidak buru-buru pun, penjelajahan bakal kerasa terlalu mudah dan cepat setelah sekian lama memburu peti, menyelesaikan puzzle, dan membereskan tantangan di sekitaran Teyvat.
Yah, mungkin perlu diatur pacing bermainnya agar lebih santai dan ga terjebak rencana yang kaku atau rutinitas.
