Game yang Tidak Dimainkan


Belakangan hanya main Hades dan Genshin Impact. Rasanya ‘gatal’ yang saya rasa cuma bisa digaruk pakai itu. Sedangkan game yang masih ingin saya coba seperti Citampi Stories dan Paper, Please belum saya mainkan lagi. Rasanya malas. Kenapa ya?
Malas main game tertentu saya rasa ada alasannya masing-masing. Untuk Citampi, saya merasa kalau main itu lagi harus mikir lebih keras buat mengisi hari dengan optimal. Apalagi sudah beli 5.000 coupon yang harus dibelanjakan dengan hati-hati agar tidak mubazir ke progress permainan.
Sedangkan untuk Paper, Please, saya malas main karena game ini benar-benar menuntut kesigapan kita menghadapi situasi dalam tekanan mental dan waktu. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, game ini beban moralnya tinggi. Jadi, perlu meluangkan waktu dan energi untuk siap memainkannya. Juga, mungkin dengan menurunkan standar moral, atau segera close program dan buka lagi setelah melakukan kesalahan bisa mengoptimalkan waktu saya agar bisa lebih cepat tamat.
Yang Digaruk oleh Kedua Game Ini


Game aksi pertempuran sebenarnya bisa sangat melelahkan. Namun kalau tidak lagi cape, saya rasa gameplay pertempuran di kedua game ini adalah yang paling memuaskan. Ada kesamaan pola pikir yang sering saya gunakan di kedua game ini, yaitu coba-coba. Di Genshin saya sering bereksperimen dengan kombinasi karakter agar tidak bosan menggunakan komposisi karakter yang itu-itu saja. Saya selalu ingin mencoba agar karakter selemah apapun tetap bisa berguna dalam tim yang tepat dengan penggunaan yang tepat pula.
Namun, saya tidak terlalu tertarik untuk cape-cape mikirin agar semua karakter di-build dengan optimal, atau menggunakan artefact dan senjata yang tepat. Saya melakukan itu agak ngasal dan mikir kalau sempat saja. Bahkan, meski ada fitur panduan untuk ngebuild karakter, saya hampir tak pernah pakai. Rasanya kalau terlalu ngikut panduan jadi terlalu membatasi kebebasan bereksperimen.
Begitupun di Hades, saya selalu mikir ‘pakai senjata apa kali ini?’ atau ‘ah, kali ini mau fokus dapet boon dari Athena’ atau ‘ah, kali ini mau coba fokus pakai cast’. Meski demikian, pilihan saya di game ini agak dikendalikan oleh bonus pendapatan Darkness pada senjata dan sistem Fates yang akan memberikan bonus jika sudah melakukan hal-hal tertentu dalam game (misal, pernah mengambil semua boon dari Dionysus). Meski rasanya ada pola tertentu dalam pemilihan senjata, upgrade karakter, pilihan boon, pilihan artifact, dan lain-lain yang lebih bisa membantu saya bermain dan bertahan hidaup sampai jauh, saya tidak terlalu mikir. Saya selalu tergoda untuk coba-coba pakai cara bermain yang berbeda,
Jadi, kesimpulannya, saya lebih suka bereksperimen, dan tidak terlalu suka mikir untuk mengambil keputusan. Lucu juga karena keduanya bisa digabung untuk pengalaman bermain yang lebih positif, sepertinya.

